Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan: Kesuksesan Epik Drama Tari "Pahatan Abadi Rasuna Said" oleh Sanggar Umbuik Mudo
Seni bukan sekadar tontonan penghibur mata, melainkan medium terkuat untuk merawat ingatan dan mewariskan nilai sejarah bangsa. Semangat inilah yang berhasil diwujudkan secara memukau oleh Sanggar Umbuik Mudo melalui pementasan maha karya drama tari bertajuk "Pahatan Abadi Rasuna Said".
Pada tahun 2021, Sanggar Umbuik Mudo menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai salah satu komunitas penerima manfaat program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Bantuan bergengsi tingkat nasional ini direspons oleh sanggar dengan melahirkan sebuah karya kreatif nan inovatif yang mengangkat napas perjuangan pahlawan nasional asal Sumatera Barat, Hajjah Rangkayo Rasuna Said.
Pesan Kuat di Balik Gemulai Gerak Tari
Karya "Pahatan Abadi Rasuna Said" bukan sekadar gerak koreografi di atas panggung. Pementasan ini merupakan sebuah "monumen pengingat" bagi para penonton tentang gigihnya perjuangan Rasuna Said dalam merintis pendidikan bagi perempuan dan pergerakan melawan penjajahan. Melalui balutan estetika drama dan ketegasan gerak tari, penonton diajak menyelami keteguhan hati sang "Singa Betina". Pertunjukan ini sukses membangkitkan kembali memori kolektif akan pentingnya kesetaraan dan semangat juang masyarakat pada masa awal kemerdekaan.
Apresiasi Luas dari Berbagai Kalangan
Pementasan akbar ini sukses menyedot perhatian luas. Malam pertunjukan tersebut tidak hanya dipenuhi oleh para seniman dan budayawan Sumatera Barat, tetapi juga dihadiri langsung oleh jajaran pemerintahan pemerintahan daerah, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman, para pemuka masyarakat, hingga siswa-siswi sekolah. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa seni pertunjukan sarat makna masih memiliki tempat istimewa di hati publik. Pemerintah daerah pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen Sanggar Umbuik Mudo dalam memajukan kebudayaan lokal di tengah gempuran budaya luar.
Menginspirasi Generasi Muda dan Memantik Gairah Seniman Lokal
Gemuruh tepuk tangan pada malam pementasan ternyata membawa resonansi yang panjang. Kesuksesan pertunjukan "Pahatan Abadi Rasuna Said" sukses menjadi pemantik semangat bagi para seniman daerah dan sanggar-sanggar seni di sekitar Padang Pariaman untuk kembali berlomba-lomba memunculkan ide kreatif dalam berkarya.
Lebih jauh lagi, dampak positif yang paling mengharukan adalah tumbuhnya antusiasme di kalangan remaja dan anak-anak sekitar. Karya ini berhasil menumbuhkan rasa penasaran dan kebanggaan di dada generasi muda untuk ikut serta mengenali, mempelajari, dan melestarikan budaya warisan leluhurnya.
Merawat Semangat Melalui Bincang Karya
Sanggar Umbuik Mudo menyadari bahwa percikan semangat ini tidak boleh padam begitu saja setelah layar panggung ditutup. Sebagai langkah keberlanjutan, pada tanggal 24 April 2022, sanggar menggelar acara Bincang Karya "Pahatan Abadi Rasuna Said".
Kegiatan diskusi ini bertujuan untuk merajut silaturahmi antar sesama seniman dan budayawan Sumatera Barat, sekaligus menghidupkan kembali tradisi berdiskusi kritis di tengah masyarakat dan generasi muda. Luar biasanya, meski pementasan utama telah berlalu enam bulan sebelumnya, antusiasme masyarakat yang hadir dalam diskusi ini tetap menyala terang. Ini membuktikan bahwa karya yang digarap dengan kejujuran dan dedikasi akan selalu meninggalkan jejak yang abadi.
Melalui "Pahatan Abadi Rasuna Said", Sanggar Umbuik Mudo telah membuktikan diri bukan sekadar wadah berlatih kesenian, melainkan kawah candradimuka yang terus bertumbuh, memberikan dampak positif, dan menjadi denyut nadi bagi keberlangsungan seni serta budaya di Padang Pariaman.
(Bagi Anda yang ingin menyaksikan kembali kemegahan pementasan ini, silakan saksikan dokumentasi lengkapnya melalui kanal YouTube resmi Sanggar Umbuik Mudo di sini:
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!